News Update :

Pemkab Klim Perekonimian Meningkat

“Sektor Pertanian Jadi Ungulan” OKU Selatan - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten OKU Selatan setiap tahunnya terus meningkat. Berdasar Produk Regional Domistik Bruto (PRDB) yang merupakan indikator ekonomi mikro yang dapat menggambarkan ekonomi suatu daerah Hal ini tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) OKU Selatan tahun 2013. Peningkatan PRDB ini dilihat dari harga berlaku maupun atas dasar harga konstan Pada PRDB OKU Selatan dari harga berlaku tahun 2008 sebesar Rp 2.241.115 menjadi 2.608.147 pada tahun 2009. Untuk tahun 2010 kembali meningkat Rp 3.021.177 dan 3.478.117 di tahun 2011. Sedang peningkatan juga terlihat atas dasar harga konstan 2008 mencapai Rp1.137.069 menjadi Rp1.206.027 tahun 2009 dan tahun 2010 mencapai Rp1.280.269 meningkat kembali pada tahun 2011 mencapai Rp1.367.342 Dalam peningkatan PRDB tersebut sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan yang memberikan sumbangan terbesar dalam pembentukan PRDB Kabupaten OKU Selatan. Sumbangan cukup besar juga bersumber pada sektor perdagangan, hotel restoran sebesar 18.35 persen sedang sektor jasa menyumbang 17.78 persen Menangapi RKUA tahun 2013 ini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKU Selatan, Windya Alhadipuro mempertanyakan tolak ukur pemerintah menetapkan sektor pertanian masih menjadi sektor ungulan yang memberikan sumbang besar dalam pembentukan PRDB Menurutnya jika sektor pertanian menjadi ungulan seharusnya pemerintah lebih memperhatikan nasib kalangan petani di OKU Selatan. Pasalanya selama ini petani selalu menjerit karena sulitnya dan mahalnya harga pupuk selain kurangnya bantuan bibit. “Sejauh ini berapa besar perhatian pemerintah terhadap para pertani, berapa banyak bibit maupun pupuk yang didistribusikan ke petani,” tanya Windya Tak hanya itu, lanjut Windya, saat musim kemarau kurangnya pasokan air selalu menjadi kendala petani sehingga ancaman gagal panen selalu menghantui mereka selain hama yang menyerang “Seharusnya saluran irigasi bagi persawahan maupun air bagi perkebunan diperhatikan sehingga petani tidak selalu mengeluh rugi saat musim kemarau. pemerintah juga harus cepat tangap terhadap harga komuditi baik perkebunan dan pertanian,” pungkasnya.
Share this Article on :
Comments
0 Comments

0 komentar:

 

© Copyright 2013 | DESIGN BATURAJA INDO WEB Jasa pembuat website dan Blog murah .