News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.

PANGGUNG POLITIK

KECAMATAN

SUDUT KOTA

Panwas Amankan Truk Sembako

Diduga Terkait PSU Gubernur Sumsel
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, bersama anggota polisi dan warga berhasil mengamankan satu unit truk bermuatan penuh paket  sembako. Pengamanan truk karena disinyalir mengangkut sembako salah satu kandidat calon gubernur Sumsel untuk disebarkan kemasyarakat kecamatan tersebut. Apalagi Warkuk merupakan satu-satunya daerah yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Sumsel, 4 September 2013 mendatang di Kabupaten OKU Selatan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, penangkapan satu unit truk dengan nomor polisi BG 1457 YT yang disopiri Sunyoto bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan keberadaan satu unit truk bermuatan sembako, melakukan aktivitas bongkar muat di depan salah satu rumah warga WR di Desa Kota Batu, Jum'at malam lalu. WR sendiri yang dihubungi via ponsel tidak memberikan jawaban walaupun handphonenya aktif. Truk sendiri berisi muatan terdiri dari gula, minyak goreng dan gandum yang sudah dikemas dan dimasukan kedalam karung.
Ketua Panwaslu OKU Selatan Amri tak menampik adanya penangkapan terhadap truk tersebut. Menurut Amri, pihaknya memang telah mendapatkan informasi mengenai adanya truk sembako yang berangkat menuju Warkuk. Pihaknya yang curiga langsung menghubungi Panwascam dan Polsek setempat guna melakukan pengintaian. "Saat mengamati bongkar muat di Kota Batu, petugas kita ketahuan. Sehingga aktivitas bongkar muat langsung berhenti dan truk berangkat meninggalkan lokasi," beber Amri kemarin petang.
Melihat truk yang kabur, anggota Panwascam, polisi dan warga langsung melakukan pengejaran. Salah satu penumpang truk ujarnya, berhasil turun dari truk dan melarikan diri. Sedangkan sopir dan kernet langsung dibawa ke kantor Panwascam Warkuk Ranau Selatan untuk diinterogasi.
"Kita belum mengetahui motif dari paket sembako itu. Dari interogasi sopir mengaku tidak mengetahui siapa pemilik sembako. Dirinya hanya diminta mengantarkan saja ke lokasi dengan dipandu penunjuk jalan," katanya. "Dia hanya menyebut sembako-sembako itu dibawa dari Belitang, OKU Timur," timpalnya.
Disoal apakah sembako tersebut benar milik salah satu kandidat cagub-cawagub yang akan kembali bertarung merebut hati warga? Amri mengaku belum dapat memastikan. Sebab pada kemasan sembako yang berhasil diamankan tidak ditemukan adanya kartu nama dan sejenisnya yang bertuliskan pasangan calon. Apalagi di desa setempat bakal berlangsung Pilkades.
"Tidak ada tulisan yang mencantumkan nama ataupun gambar pasangan calon. Tapi kita akan meminta keterangan saksi-saksi dan tim calon," ujar dia.
Menurutnya, bila nantinya terbukti, tentunya Panwaslu bersama dengan Gakkumdu akan memberikan sanksi sesuai peraturan berlaku. "Jika nantinya terbukti sembako itu untuk suap warga terkait Pilgub, pasti akan diberikan sanksi," tegasnya.
Dibagian lain, Camat Warkuk Ranau Selatan, Syamsul Bahri yang dihubungi via ponselnya membenarkan adanya peristiwa penangkapan satu unit truk bermuatan sembako yang diduga milik salah satu kandidat cagub-cawagub di wilayah kerjanya tersebut.
"Memang benar ada penangkapan truk bermuatan sembako oleh masyarakat. Sopir dan kernet sudah dimintai keterangannya oleh polisi dan panwas. Supaya lebih jelas silahkan hubungi panwas saja," imbuhnya.
Terkait hal ini, komisioner KPU OKU Selatan Rakhmat Saleh mengatakan, kewenangan penanganan pelanggaran pemilu sudah menjadi ranah Panwaslu. "Kalau mengenai adanya pelanggaran itu wilayah Panwaslu guna membuktikan kebenarannya. Bila terbukti panwaslu bersama gakkumdu yang bisa memberikan sanksi," tukasnya.

Bugis Ditemukan Gantung Diri di Gudang

Diduga mengalami depresi sejak 6 tahun terakhir, seorang warga Desa Serakat Jaya kecamatan Buay Pemaca kabupaten OKU Selatan, Bugis (27) nekad memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Mayat korban yang sebelumnya pernah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri ini ditemukan oleh ibunya tergantung tak bernyawa di gudang belakang kediamannya sekitar pukul 07.00 wib, kemarin (21/8).
Dari informasi yang dihimpun kejadian tersebut berawal pada Selasa (20/8) malam anaknya yang memang telah depresi sejak tamat sekolah tersebut pergi menuju gudang tempat penyimpanan beras dan kopi yang berada tepat dibelakang tempat tinggalnya.
Entah apa yang terjadi namun semalam Bugis pun sama sekali tak keluar gudang hingga pagi hari. Akibat penasaran lantaran anaknya tak kunjung keluar dari pondok, sang ibupun lantas mencari tau apa yang tengah dilakukan oleh anaknya tersebut.
Alangkah terkejutnya ibu korban, pada saat di intip melalui sela-sela pintu gudang ternyata anaknya tersebut terlihat sudah tergantung dengan kondisi leher terjerat kain dan kaki tergantung 30 sentimeter dari permukaan lantai gudang.
Akibat tak kuasa melihat pemandangan tersebut, sang ibupun berteriak histeris dan dengan langkah lemah kembali ke rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya.
Dibantu petugas kepolisian, ayah korbanpun langsung mendobrak pintu depan gudang, sementara Kapolsek Buay Pemaca Iptu Ujang Abdul Aziz yang datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi dan menurunkan jenazah korban.
"Kami menduga, koran terlebih dahulu naik tangga yang ada digudang dan dan mengikatkan lehernya dengan kain di tiang gudang. Setelah itu barusan korban terjun sehingga jeratan kain tersebut mencekik lehernya," ungkap Iptu Ujang.        
Menurutnya pada saat ditemukan tergantung, lidah korban sama sekali tak menjulur keluar seperti kebanyakan korban gantung diri lainnya. Hanya saja dari mulut korban mengeluarkan ludah dan dari kemaluannya juga mengeluarkan sperma."Diperkirakan korban ini sudah tergantung selama lebih kurang dua jam dan telah tewas pada saat ditemukan oleh ibunya,” terang Ujang.
Dari keterangan keluarga korban, sambungnya Bugis sendiri memang beberapa waktu lalu pernah sempat mencoba untuk bunuh diri dengan cara yang sama, namun usahanya tersebut digagalkan oleh pihak keluarganya yang mengetahui akhis nekadnya tersebut.

“Belum diketahui secara pasti apa penyebab korban memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Namun dari hasil olah TKP dan hasil visum dari rumah sakit kuat dugaan korban ini murni tewas karena gantung diri,” tutupnya. 

Tabung Kosong Kalahkan Calon Kades

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sri Menanti,  Kecamatan Buay Pemaca digelar kemarin (21/8) harus kembali digelar mulai dari proses awal, setelah adanya kepastian dari Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, pasalnya warga yang mempunyai hak pilih lebih menyukai tabung kosong ketimbang calon kepala desa yang ada.
Dari jumlah penghitungan suara yang digelar sekitar pukul 14.00 dari total pemilih di Desa Sri Menanti sebanyak 1169 seda tidaknya 969 warga menberikan hak pilihnya sedang 200 warga tidak menggunakan hak pilih mereka.  Dalam pemilihan tersebut calon kades nomor urut satu Fahmi Elmanuzi mendapat perolehan suara sebanyak 472 suara, sedang 485 suara diperoleh tabung kosong dengan nomor urut dua, sisanya 16 suara dinyatakan blangko.
Dari pantauan dilapangan proses pilkades Sri Menanti berjalan lancar bahkan saat penghitungan suara warga pun memenuhi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di halaman kantor kades Sri Menanti termasuk unsur pimpinan kecamatan ikut hadir termasuk kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten OKU Sealtan.
Ketegangan juga terlihat dari masyarakat yang menyaksikan proses penghitungan suara sebab suara yang diperoleh Fahmi Elmanuzi dan tabung kosong saliang bergantian memimpin hingga akhirnya dipastikan tabung kosong unggul 13 suara.
Camat Buay Pemaca, Syamsurizal SH usai penghitungan suara mengatakan pemilihan yang digelar sudah sesuai dengan peraturan yang ada, bahkan sebelum pemilihan pihak panitia sudah tiga kali membuka pendaftaran calon kepala desa, namun dari awal hanya satu calon yang mendaftar yakni Fahmi Elmanuzi dan dari hasil kesepakatan pemilihan tetap dilaksanakan
“Ini sudah demokrasi namun dari awal pendaftaran calonnya hanya satu sehingga kesepakatan tetap
dilaksanakan pada hari ini,” ujarnya
Pihaknya juga tetap menghimbau masyarakat untuk dapat menghormati keputusan yang ada, termasuk menjaga suasana tetap kondusif. Untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat Desa Sri Menanti pihaknya akan mempersiapkan Pejabat Sementara Kades Sri Menanti yang ditunjuk dari salah satu pegawai Camat Buay Pemaca.
“Kita meminta masyarakat tetap tenang, jangan ada gejolak baik antara pemilih calon kades maupun warga yang memilih tabung kosong, proses pilkades ini akan kita kirim ke BPMD Kabupaten OKU Selatan,” tuturnya.  
Sementara itu, kepala BPMD OKU Selatan A Ahyan Abdullah SSos MSi mengatakan pemilihan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2006 tentang tata cara pemilihan kepala desa, ditambah dengan hasil rapat dengan panitia pemilihan yang menyatakan kesiapan untuk mengelar pilkades tersebut
“Dari hasil rapat panitia mengaku semua siap dan tidak ada kendala, dengan hasil itu pelaksanaan tetap dilaksanakan,” ujarnya
Menurutnya hasil pemilihan kades yang dimenangkan tabung kosong akan kembali diulang, dengan cara hasil pemilihan akan ditetapkan melalui rapat Badan Perwakilan Desa (BPD) dan dilaporkan ke pihak kecamatan dan BPMD OKU Selatan, untuk selanjutnya ditetapkan kembali petugas dan waktu pemilihan yang baru.
“Pemilihan kepala desa Sri Menanti yang dimenangkan tabung kosong merupakan yang pertama terjadi saat saya menjabat Kepala BPMD, kita akan menunggu proses hasil musyawarah untuk menentukan kapan pelaksanaan pilkades akan digelar kembali,” terangnya.
Sedang Kapolsek Buay Pemaca, Iptu Ujang Abdul Azis meminta masyarakat tidak bertindak melawan hukum setelah memilihat hasil penghitungan. “Kita juga akan memantau kondisi di sini jangan sampai ada gejolak yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri apalagi jika sampai ada tindakan melawan hukum,” tegasnya. 

Pacaran Satu Bulan, Siswa SMU Diperkosa

Baru menjalin cinta selama kurang lebih satu bulan, Iwan (18) warga Desa Gedung Lepihan Muaradua OKU Selatan yang tercatat sebagai siswa kelas 3 SMU swasta di Muaradua nekad menggauli paksa kekasihnya yang tak lain adalah adik kelasnya yang duduk di kelas 1. Perbuatan bejad pelaku terhadap Hernira alias Hn (15) tersebut ditenggarai lantaran tak kuasa menahan nafsu melihat kemolekan tubuh Hn yang terlihat sintal, putih dan tinggi. Akibat perbuatannya tersebut Iwan yang merupakan anak pertama dikeluarganya inipun akhirnya meringkuk disel tahanan setelah tim reskrim dari Polres OKU Selatan menciduknya usai pulang sekolah pada Senin (19/8). Dihadapan tim penyidik, kemarin (20/8), pelaku mengaku peristiwa pemerkosaan secara paksa yang ia lakukan tersebut terjadi pada Minggu (28/7) yang lalu. Dimana pada malam itu sekitar pukul 19.30 wib dirinya menjemput korban dikediamannya untuk jalan-jalan. Ditengah perjalan, dirinya yang memang tak kuasa menahan hasrat untuk menikmati kemolekan tubuh korban tanpa panjang lebar langsung mengajak korban menuju sebuah pondok yang letaknya tak jauh dari kediamannya. Setibanya dipondok, dirinyapun langsung melancarkan sejuta rayuan agar korban mau untuk berhubungan badan layaknya sepasang suami istri. Namun ternyata rayuan maut yang dilontarkan pelaku ternyata ditolak mentah-mentah oleh korban. Setelah menerima pernyataan tersebut pelaku menjadi berang dan mengancam korban agar mau berhubungan badan dengan dirinya. Dibawah tekanan dan ancaman itulah akhirnya Hn pun harus merelakan tubuh indahnya digerayangi dan disetubui oleh pelaku sebanyak satu kali. “Waktu dio dak galak kugauli aku langsung ngancam dio, akhirnyo dio galak ku gauli setelah ku ancam,” tutur Iwan. Usai menyetubuhi Hn, pelakupun lantas mengantar korban pulang ke rumah. Namun ternyata perbuatan bejadnya tersebut tak diterima begitu saja oleh korban. Setelah sempat berdiam diri atas kejadian tersebut akhirnya pada 5 Agustus 2013 korbanpun memberitahukan peristiwa tersebut kepada keluarganya dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Kapolres OKU Selatan AKBP Wira Satya Triputra Sik MH melalui Kasat Reskrim AKP Hasbullah Hamid SH membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya pelaku sendiri sendiri saat ini sudah diamankan disel tahan mapolres OKU Selatan untuk mempertanggungjaawabkan perbuatan. “Bukti-bukti adanya pemerkosaan berupa visum sudah kita dapatkan. Pelaku sendiri akan dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

8 Caleg Terancam Dicoret Dari DCT


OKUS
Rapat koordinasi KPU OKUS dan Pimpinan Parpol
Jelang penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) pada 22 Agustus 2013 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU Selatan menyatakan setidaknya delapan calon  legislative (caleg) yang berasal dari Kepala Desa (Kades) dan satu caleg dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga kini belum menyerahkan surat keputusan pemberhentian mereka dari jabatan kades dan BPD yang ditanda tangani oleh Bupati OKU Selatan.
“Sampai saat ini ada 8 kades dan 1 BPD yang belum menyerahkan SK Pemberhentian yang ditandatangani Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, jika tidak kita terima hingga tanggal 22 Agustus 2013 maka kita akan coret mereka dari DCT,” ujar komisioner KPU Ashariansyah saat rapat koordinasi antara KPU OKU Selatan dengan pimpinan partai politik, kemarin (20/8).
Dikatakan devisi teknis KPU OKU Selatan ini delapan kades itu menyebar di seluruh daerah pemilihan (Dapil) yakni daerah pemilihan satu terdapat dua caleg berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing Herianto, Kades Nagar Agung, Kecamatan Buay Runjung dan Teguh Sudarsono, Kades Bunga Mas Kecamatan Buay Sandang Aji.
Di dapil dua terdapat dua kades dan satu BPD yakni dari Partai Demokrat atas nama Habibulah, Kades Bungin Campang Kecamatan Simpang, dari PKS, Amirudin, Kades Tunas jaya Kecamatan Buana Pemaca dan Jamari, BPD dari Partai Golkar .
Untuk dapil tiga, terdapat  dua kades yang mencalonkan diri dan belum menyerahkan SK Pemberhentian masing-masing Zainuddin SIP, Kades Sri Menanti Kecamatan Mekakau Ilir dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Sukartim, Kades Simpang Sender Utara, Kecamatan BPRRT dari partai PDI Perjuangan.
Sedang lanjut Ashariansyah, terdapat dua kades di dapil empat yang belum menyerahkan SK Pemberhentian yakni  Sawaludin, Kades Pulau Beringin Utara Kecamatan Pulau Beringin dari PDI Perjuangan dan Sista Rahman, Kades Ulu Danau, Kecamatan Sindang Danau dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
“Kita harap pimpinan parpol dapat melengkapi berkas yang kurang ini, sehingga tidak merugikan caleg dari masing-masing parpol,” tegasnya seraya mengatakan selain caleg dari Kades tersebut pihaknya juga mengingatkan salah satu caleg dari PDI Perjuangan yang belum menyerahkan surat pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sedang, Nawardiman perwakilan dari PKS menyatakan pihaknya telah menyerahkan berkas surat pengunduran para kades yang ditandatangani camat, namun jika KPU meminta surat pemberhentian yang ditandatangani Bupati pihaknya akan meminta caleg bersangkutan segera mengurusnya. “Kalau itu parpol hanya bisa menyarankan nanti para kades yang menjadi caleg untuk secepatnya mengurus SK Pemberhentian mereka,” tuturnya. 

Jalan Provinsi Terancam Putus

Masyarakat pengguna jalan yang menghubungkan Kecamatan BPR Ranau Tengah dengan Kabupaten Liwa, Lampung harus berhati-hati. Pasalnya, ada beberapa titik jalan longsor yang hampir memakan badan jalan. Salah satunya di jalan Raya Ranau kawasan Desa Kayu Mulu kecamatan setempat.
Kondisi ini terjadi dikarenakan tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa hari terakhir di wilayah tersebut, ditambah derasnya curah hujan yang terjadi Selasa malam lalu, sehingga membuat tebing menahan tanah tepi jalan raya longsor kedalam jurang. Sehingga meninggalkan celah jurang yang panjang.
Samin, warga Desa Kayu Mulu kecamatan BPR Ranau Tengah yang tinggal tak jauh dari lokasi longsor jalan propinsi saat disambangi koran ini kemarin (2/8) mengatakan, tepian jalan propinsi tersebut terjadi sejak dua hari lalu tepatnya pada Selasa malam saat hujan dengan intensitas yang tinggi terjadi. Air hujan dalam volume besar hingga terjadilah longsor di tepian jalan tersebut.
“Hujan deras Selasa malam itulah yang mengakibatkan longsir disepanjang tepi jalan hingga mencapai puluhan meteran dan kedalam jurang lebih dari 100 meter,” bebernya.
Diterangkanya lebih lanjut lagi, memang di kawasan longsor sebelumnya tempat genangan air apa bila hujan datang, karena kiri kanan jalan tidak ada tempat pembuangan air. Apalagi sebelumnya sudah ada sedikit terbis yang menjadi lebar setelah diguyyur hujan deras.
“Memang lah jadi tempat genangan air, sebab tak ada saluran air baik dikira maupun kanan jalan,” imbuhnya.
Dikatakan, bila hujan terus berlangsung dalam sepekan kedepan bukan tidak mungkin akses jalan propinsi tersebut dapat putus. Oleh karenanya warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanggulangan seperti membangun bronjong untuk penahan tebing.

“Harapan kita segera diperbaiki, bila tidak jalan itu terancam putus. Apalagi arus mudik lebaran akan semakin padat,” tukasnya.

Caleg, 19 Kades Resmi Diberhentikan

Sebanyak 19 dari 21 Kepala Desa di Kabupaten OKU Selatan resmi diberhentikan dari jabatannya. Surat Keputusan (SK) pemberhentian pun sudah dikeluarkan oleh Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera'i (HMS).
Kades yang diberhentikan tersebut dikarenakan maju mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) dalam pemilu tahun 2014 mendatang. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Kades yang terlibat politik praktis dan maju menjadi Caleg harus mundur dari kursi jabatannya.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) OKU Selatan,  A Ahyan Abdullah, melalui Kabid Pemerintahan Desa Firman Bastari mengungkapkan, dari 21 Kades yang diketahui mendaftarkan diri sebagai Caleg, baru 19 orang saja yang sudah resmi diberhentikan dan diizinkan maju dalam pertarungan Caleg tahun depan.
 “Ada dua Kades yang sampai sekarang belum mengajukan permohonan pemberhentian ke pemerintah kabupaten. Kita tidak mengetahui apakah yang bersangkuat batal nyaleg atau memang lupa menyapaikan berkas pengunduran diri. Namun kita yakini keduanya  Kades,” beber Firman.
Menurutnya, berdasarkan Daftar Calon Sementara (DCS) yang sudah diterbitkan penyelenggara pemilu beberapa waktu lalu, terdapat dua nama yang diyakini sebagai pejabat Kades yaitu Sutina Kades Gedung Aji Kecamatan Warkuk Ranau Selatan dan Munawati Kades Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir.
“Sampai batas akhir permintaan oleh KPU, mereka tidak ada mengajukan pengunduran diri,” kata Firman.
Sedang 19 lainnya, terang Firman, telah diterbitkan Surat keputusan pemberhentian oleh Bupati OKU Selatan beberapa waktu lalu. SK pemberhentian itu sesuai dengan permintaan yang bersangutan untuk memenuhi syarat pencalonan legislatif. “Sampai hari ini sudah 19 SK pemberhentian kepala desa dengan  hormat oleh Bupati,” terangnya.
Dikatakannya, pengunduran diri kepala desa juga bukan tidak bersyarat. Penerbitan SK pemberhentian setelah desa yang bersangutan dimana kades tersebut menjabat, telah menunjuk pejabat sementara (Pjs) kepala desa yang memlalui proses musyawarah dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Setelah hasil musyawarah menetapkan pejabat sementaranya (pjs), baru bisa SK pemberhntian  diterbitkan. Itu pun yang boleh menjabat  Pjs meliputi perangkat desa atau tokoh masyarakat, atau pegawai staf di kecamatan bila tidak ada lagi. Tidak boleh orang dari luar,” imbuhnya.

Pohon Tumbang Timpa Pengendara Motor

Petaka jelang lebaran menimpa tiga sekawan di Desa Pendagan Kecamatan Muaradua. Saat sedang asyik mengendarai sepeda motor, Kamis petang (1/8) kemarin, ketiganya langsung roboh akibat ditimpa pohon tumbang di lokasi kejadian yang berada persis dekat SMP Negeri 2 Muaradua.
Tiga korban tersebut, Alex (22), Yogi (15) dan Eko yang semuanya warga Desa Pendagan. Akibatnya, ketiga korban mengalami luka-luka lecet. Satu diantaranya Alex menederita luka yang cukup serius dibagian kepala dan patah tangan kiri bawah.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa tumbangnya pohon tua tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB petang kemarin. Robohnya pohon kemiling yang menimpa warga pengguna jalan diperkirakan karena pohon tidak kuat menahan beban karena  akar yang mulai rapuh dan tumbang saat diterjang angin kencang.
Naas bagi ketiganya, saat sedang menikmati jalan-jalan sore dan melintasi di lokasi tiba-tiba diterjang pohon tumbang.
”Terkejut mendengar suara keras, saya langsung lari ke TKP (tempat kejadian perkara). Ternyata ada pohon tumban yang menimpa ketiga korban dengan satu kendaraan,” terang Samsul, saksi mata, warga setempat.
Melihat kejadian tersebut lanjutnya, warga langsung berusaha memberikan pertolongan terhadap para korban dengan membawanya ke bidan desa setempat. Sedangkan korban yang menderita luka parah dan berlumuran darah langsung dilarikan ke klinik ismada. Disamping itu, puluhan warga lainnya berusaha memangkas dahan pohon agar tidak menutupi badan jalan.
Menurutnya, karena pengendara luka parah semua warga setempat berdatangan menolong. Karena dari ketiga korban tersebut satu korban berlumuran darah dan mengakibatkan luka yang amat parah dan dari kejadian tersebut juga warga langsung melarikan ke puskermas desa pendagang dan klinik Ismadana.
“Warga langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke puskesmas setempat dan korban luka parah dilarikan ke ismada,” tambahnya.
Sementara itu, Desti Natalia AmKeb, bidan desa Pendagan usai memberikan pertolongan kepada korban Eko mengatakan bahwa, luka yang diderita Eko tidak terlalu parah melainkan hanya luka lecet pada beberapa bagian tubuh.
 “Korban Eko hanya mengalami luka lecet dibagian tubuh dan punggungnya. Beruntung dia hanya ditimpa bagian rating atau ujung pohon,” katanya.
Dibagian lain, dr Yonis Ismed yang menangani dua korban yang dilarikan ke klinik ismada menejlaskan, kondisi korban Alex mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala, selain itu tangan kiri bawahnya mengalami patah dan luka memar dipunggung sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa rongent guna mengetahui apakah terjadi luka dalam atau tidak.

Sedangkan korban Yogi, lanjut Yonis, hanya terluka dibagian kepala dan ini juga perlu pemeriksaan bagian dalam tubuh pasien karena guna memastikan apakah terjadi benturan keras yang mengakibatkan luka dalam atau pendarahan di kepala. ”Kita akan lakukan pemeriksaan intensif dan melakukan rongent guna memastikan apakah terjadi luka dalam atau tidak,” tukasnya.

Dewan Setujui APBD Perubahan

Tujuh fraksi di Dewan perwailan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten OKU Selatan yakni fraksi golkar, demokrat, PDA Perjuangan, Hanura, PBB, PPP, dan fraksi Kebangkitan Keadilan  Sejahtera akhirnya menyetujui nota keuangan rancangan kebijakan anggaran (RKA) APBD Perubahan menjadi APBD Perubahan tahun 2013.
Persetujuan ini setelah ketujuh  fraksi menyatakan dalam pendafat akhir fraksi terhadap penyampaian nota keuangan dan rancangan kebiajakan angagran APBD Perubahan Tahun 2013 oleh pemrintah Kabupaten OKU Selatan.
Sidang paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD OKU Selatan Sri Mulyadi SE MSi, dihadiri wakil Bupati OKU Selatan dr HJ Herawati Gatot SPm, serta unsur Muspida, sekda, dan sejumlah kepala SKPD dilingkungan pemkab OKU Selatan berlangsung lancar tanpa banyak instrufsi dan catatan. 
Dikatakan Sri Mulyadi, pihaknya telah melakukan sinkronisasi antara kebijakan umum perubahan anggaran dengan nota keuangan perubahan APBD. Sebagai pihak legislatif pihaknya juga telah melaksanakan pembahasan di lembaga dewan mulai dari pembahasan oleh komisi-komisi bersama dengan SKPD di lingkungan Pemerintah kabupaten OKU Selatan.
Kemduian dilanjutkan pembahasan oleh Badan Anggaran DPRD bersama dengan tim anggaran pemerintah daerah dan pembahasan pada rapat internal fraksi hingga penyampaian laporan badan anggaran dan pendapat akhir fraksi. "Selama proses itu tentu terjadi silang pendapat, namun itu semua untuk menuju suatu persamaan persepsi,”kata Sri.
Tentu pula lanjut Sri, hasilnya akan terjadi pergeseran program dan kegiatan, pengurangan ataupun penambahan alokasi anggaran untuk program kegiatan pada beberapa SKPD. Itu semua tidak lain agar hasilnya benar-benar maksimal terhadap pembangunan daerah OKU Selatan," ujar Sri.
Sementara itu, tanggapan akhir salah satu fraksi yakni fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan, Jauhari Adibaya menyatakan tiga harapan yang harus tercapai usai pandangan akhir fraksi ini, yakni pertama menyelaraskan fokus dan perioritas dalam pelaksanaan kegiatan, kedua akuntabilitas dan transparansi setiap SKPD dapat di pertanggungjawabkan secara sistematis dengan hasil yang terukur. “Kemudian yang terakhir efektifitas dan efesiensi kegiatan setiap SKPD terlaksana dengan baik,”kata.ujarnya. 

PNS Diimbau Tak Tambah Liburan

Memasuki libur panjang cuti bersama menyambut lebaran idul fitri 1434 Hijriyah, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab OKU Selatan diingatkan untuk tidak menambah jatah liburan. Mereka harus sudah kembali masuk kerja pada 12 Agustus 2013 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Selatan H Iskandar Ssos MM usai sidang paripurna kemarin siang mengimbau seluruh pegawai yang hendak berlibur atau pulang kampung guna merayakan hari raya idul fitri agar tetap mendisiplinkan diri dan masuk kerja kembali sesuai ketentuan.
“Libur cuti bersama berakhir pada 12 Agustus mendatang. Jadi hari itu semua aktivitas kantor harus sudah berjalan seperti hari kerja biasanya,” tegas Iskandar.
Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada hari pertama masuk kerja pasca libur panjang. Tentunya akan diberikan sanksi bagi pegawai yang sengaja menambah jatah liburan.
“Pastinya kita akan lakukan sidak. Bila ada yang melanggar disiplin tentunya akan diberikan sanksi tegas yang akan diberikan oleh Baperjakat,” tukasnya sembari mengucapkan selamat hari raya idul fitri.
“Saya selaku Sekda dan secara pribadi mengucapkan selamat idul fitri 1434 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Ditemui terpisah, Kepala Badan Kepegawain Daerah dan Diklat (BKD) Kabupaten OKU selatan, Asroni SH melalui Kabid Disiplin BKD, Yusrinawati menjelaskan, berdasarkan surat edaran dan sudah disebarkan ke seluruh instansi menetapkan bahwa, libur bersama menyambut lebaran mulai 5-12 Agustus mendatang.
“12 Agustus harus sudah kembali ngantor. Jangan sampai ada alasan untuk menambah waktu libur,” ingatnya.
Menurutnya, pegawai yang tidak disiplin akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sehingga para PNS tidak bisa sembarangan membolos karena alasan masih mudik maupun lain sebagainya.

“Kalau seumpamanya PNS tidak bisa masuk dengan alasan tertentu dengan mencantumkan surat keterangan yang disebabkan sakit maka kami akan maklumi. Namun apabila alasanya tidak jelas maka akan diminta konfirmasi ke Kepala Dinas mereka masing-masing dan apabila terbukti bersalah tentu akan ditindak tegas,” ujarnya.

Dinkes Bakal Rekrut Ratusan Bidan PTT

Untuk mengisi kekosongan bidan desa (Bindes) di sejumlah desa di Kabupaten OKU Selatan, dinas kesehatan Kabupaten OKU Selatan akan merekrut bidan dari pegawai tidak tetap  (PTT). Setidaknya lebih dari seratus bidan akan drekrut dalam waktu dekat ini untuk memenuhi kebutuhan bindes tersebut.
“Sesaui rencana  kebutuhan perekrutan bidan PTT mencapai lebih dari  seratus bidan, termasuk 10 dokter diantaranya 6 dokter umum dan 4 dokter  gigi,”kata kepala dinas kesehatan Kabupaten OKU Selatan Herman Azedi ditemui kemarin.
Dikataknnya, perekrutan bidan PTT ini saat ini masih dalam proses tahapan pengajuan anggaran ke DPRD OKU Selatan pada anggaran perubahan tahun 2013 dan alhamdulillah sudah mendapat persetujuan, tinggal menunggu ketok palu dari Dewan. Setelah proses anggaran ini selesai pihaknya mulai akan melaksanakan perekrutan, karena sesuai petunjuk mulai oktober bidan PTT sudah mulai dihitung masa kerjanya. “Kita perioritaskan perekrutan  bidan  untuk tenga PTT ini, mereka yang berdomisili diwilayah desa atau sekitarnya dan ber KTP OKU Selatan dan sudah mengabdi di desa tersebut selama beberapa tahun terakhir,”kata herman Azedi. Sedang untuk dokter kita butuhkan dokter umum enam orang dan dokter gigi empat orang  yang juga siap ditempatkan diwilayah kerja yang ditentukan dinas kesehatan nantinya.
Harus diingat kata Herman Azedi, jika pengangtakan bidan dan dokter PTT ini, melalui kebijakan pemerintah Kabupaten OKU Selatan  semata untuk mengisi keksosongan bidan di desa dan untuk membantu keseimbangan antara perekonomi bindes terhadap tugas dan tanggung jawabnya yang berat selama ini sebagai tenaga skuraela   (TKS) di desa.
PTT ini, tidak menjamin diangkat menjadi PNS, tetapi didalam kebijakan pemerintah Kabupaten,  melalui PTT ini pemerintah memberikan perhatian melalui honor sebagai imbalan akan tanggung jawab bidan desa yang bertugas selama ini sebagai tenaga sukarela,”tandasnya.
Sementara itu sebelumnya Ia Dinas kesehatan merilis, jika ratusan bidan desa yang tersebar di Kabupaten OKU Selatan statusnya tidak lebih sebagai tenaga kerja sukarela (TKS). Kondisi demikian sangatlah kontras dengan tugas  berat yang mereka jalankan sebagai pelayan terdepan masyarakat dalam medapatkan akses pelayanan kesehatan, khusunya untuk menekan angka kematian ibu dan anak dipedesaan.
Ratusan Bidan Desa ini tak diberi sedikitpun penghargaan, setidaknya dari 252 desa dan 7 kelurahan yang ada di Kabupaten OKU Selatan, jumlah bidan desa yang bersetatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga  PTT dari kementrian Kesehatan sebanyak 234 orang. Jumlah ini lanjut di tempatkan tersebar disejumlah desa dan seluruh unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Puskesmas se Kabupaten OKU Selatan. Sedang 120 desa diantarannya ditempati bidan desa yang besetatus tenaga kerja sukarela (TKS).
95 orang diantara bidan tersebut ditempatkan di 19 UPTD Puskesmas, jika dihitung jumlah desa yang kini ada bidan desanya dari 252 desa baru mencapai  139 desa. Selebihnya diisi dengan tenaga sukarela yakni sebanyak 120  desa.

Pemudik Waspadai Titik Longsor

OKUS
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten OKU Selatan menghimbau para pengemudi selama masa arus mudik dan balik lebaran nanti untuk berhati-hati terutama saat melintasi daerah rawan longsor di Kabupaten OKU Selatan. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan Mahfi Abu Bakar SE Kemarin (30/7).
Dikatakan Mahfi, pihaknya mencatat berapa daerah rawan longsor selama ini antara lain di Kecamatan Buay Sandang Aji, Kecamatan Tiga Di haji, dan Kecamatan Pulau Beringin. “Diantara tiga kecamatan tersebut yang palaing sering mengalami bencana itu terdapat pada Kecamata Buay Sandang Aji dimana dalam kondisi daerah yang ada di sekitar wilayah tersebut merupakan daerah pegunungan dan sangat rawan longsor apalagi hujan deras mulai mengguyuri,” ungkap Mahfi
Diceritakanya mahfi juga, apalagi Menjelang Lebaran nanti tentunya untuk arus mudik lebaran baik sebelum maupun sudah lebaran nanti banyak masyarakat yang mudik baik dari daerah ke kota maupun dari luar kota yang kembali ke daerah asalnya hal ini perlu di perhatikan bagi para pengemudi kendaraan yang inggin mudik agar dapat ekstra hati-hati di karenakan bencana kapan saja bisa terjadi apalagi sekarang cuaca yang tak menentu yang dapat sewaktu-waktu mempengaruhi lingungan dan kondisi tempat rawan longsor tersebut
“Jadi bila melewati daerah itu saat mudik dan balik lebaran nanti harus berhati-hati sehingga perjalanan menuju kampung halaman lancar,” katanya
Begitu juga saat melewati daerah rawan banjir, pengemudi harus berhati-hati sehingga nantinya tidak terhambat dalam perjalanan arus mudik dan balik. Hal ini karena ada beberapa badan jalan terutama di pinggiran sungai rawan banjir apalagi bila saat musim hujan tiba.
Oleh karena itu pihaknya minta supaya selalu berhati-hati dalam perjalanan menunju kampung halaman nanti. Memang, ujar mahfi pihaknya telah mengantisipasi bila bencana tersebut datang dengan menyiagakan alat berat dan Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinas PU dan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi bila terjadi bencana terutama saat arus mudik dan balik Idul Fitri. “Dengan adanya kehati-hatian itu diharapkan perjalanan mudik dan balik menjadi lancar,” tutup Mahfi. 

Pemkab Usulkan 405 Formasi Umum

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan secara resmi sudah mengajukan usul formasi dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada Badan Kepegawaian Nasional, dan Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negera (Menpan) di Jakarta. Pengajuan yang dilakukan meliputi pengangkatan dokter pegawai tidak tetap (PTT) yang bekerja di OKU Selatan sebagai PNS, seleksi Honorer Kategori Dua (K2) serta seleksi CPNS dari jalur umum.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD) Kabupaten OKU Selatan, Asroni SH melalui Kabid Pengembangan Pegawai, Alfian Andriyanto SSos menerangkan, berdasarkan rapat nasional yang dihadiri pihak BKD OKU Selatan pada, 16 Juli lalu menyebutkan bahwa, proses seleksi bagi Honorer K2 akan dilakukan sekitar bulan September mendatang. Sedangkan seleksi jalur umum diperkirakan pelaksanaannya di bulan Oktober. "Informasi awal sementara seperti itu. Tes juga masih menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) kecuali bagi daerah-daerah yang sudah siap dengan sistem komputerisasi," terangnya.
Menurut Alfian, Pemkab OKU Selatan sendiri juga sudah mengajukan seleksi CPNS dari jalur umum sebanyak 405 calon pegawai, untuk mengisi beberapa formasi lowong. Untuk tenaga pendidik atau guru diusulkan sebanyak 164, tenaga kesehatan 115, dan tenaga teknis mencapai 126 orang. Pengajuan ini guna mengisi kekosongan karena adanya pegawai yang pensiun, meninggal maupun mutasi keluar daerah.
"Khusus formasi jalur umum, kita masih menunggu persetujuan prinsip dari Menpan dan BKN. Harapan kita tentunya usulan ini dapat diakomodir seluruhnya," kata Alfian. "Kita optimis ada seleksi dari jalur umum karena OKU Selatan salah satu daerah yang lebih dulu mengajukan usul dan mendapat prioritas," imbuhnya.
Terkait dengan dokter PTT sebutnya, tidak akan dilakukan seleksi melainkan langsung pengangkatan sebagai CPNS. Dengan catatan Surat Keputusan (SK) memenuhi syarat dan sesuai dengan tempat tugas."Kita sudah koordinasi dengan Dinkes," tukasnya


Disperindagkop Sita Produk Rusak

Sejumlah produk rusak dan hampir kadaluarsa, berhasil disita petugas gabungan dalam razia produk makanan dan minuman kadaluarsa di tempat perbelanjaan modern dalam kota Muaradua, Senin, (29/7) siang kemarin. Razia produk kadaluarsa sendiri diikuti langsung oleh Asisten II Pemkab OKU Selatan Drs Rakhmad Surya Effendi MM, Kepala Disperindagkop Drs Armansyah, Kepala Dinkes Drs Herman Azedi MM, sekretaris Disperindagkop Rizal Pahlevi AP MSi berikut petugas dari instansi terkait serta Sat Pol PP.
Asisten II Rakhmad Surya mengatakan, sidak yang dilakukan tersebut guna memastikan seluruh produk yang dijual aman dan layak konsumsi oleh masyarakat selaku konsumen. "Sidak ini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat selaku konsumen. Hal ini sudah biasa dilakukan setiap tahun jelang lebaran," jelas Rakhmad.
Tempat-tempat yang menjadi target razia sendiri meliputi tempat perbenlanjaan modern atau mini market yang tumbuh menjamur di kota Muaradua, serta pedagang di kawasan pasar saka selabung.
Dalam melakukan razia, petugas juga menyerahkan  berita acara yang diserahkan kepada pengelola atau karyawan toko yang didatangi.
Berdasarkan pantauan koran ini, petugas gabungan dari Disperindagkop, Dinkes, Sat Pol Pol berhasil menemukan dan menyita produk makanan dan minuman dari tempat usaha waralaba di kawasan Kelurahan Pancur Pungah meliputi, produk sereal yang rusak kemasan dan hampir kadaluarsa. Disini petugas juga menyita krupuk yang sudah melempem karena kemasan yang rusak, serta susu kaleng yang sudah berkarat dan beberapa produk yang kemasannya rusak.
Khusus produk yang hampir kadaluarsa dan krupuk yang melempem karena kemasannya sobek langsung disita. Sedangkan produk susu kaleng yang berkarat dan penyok hanya diberikan pengatan.
"Kalau yang ini (krupuk dan sereal.red) terpaksa kami sita. Untuk susu kaleng yang berkarat dan penyok jangan dipajang lagi, kalau masih ditemukan akan kami sita," ujar petugas Disperindagkop kepada sang pramuniaga.
Sempat terjadi perdebatan ketika petugas hendak membawa barang sitaan, hal ini dikarenakan pramuniaga tidak mengizinkan produk yang rusak disita petugas dengan alasan sebagai bukti pelaporan dan barang-barang yang rusak tersebut akan dikembalikan ke perusahaan untuk ditukar.
"Untuk laporan kami bu, jangan dibawa karena akan diretur dengan produk baru. Kalau seperti ini kami akan merugi karena tidak ada bukti barangnya," ujar kasir perempuan.
Melihat hal itu, Kepala Disperindagkop Armansyah langsung menjelaskan, bahwa barang-barang yang disita akan dimusnahkan. Disamping itu, sebagai bahan laporan pramuniaga kepada pihak perusahaan cukup dengan menyerahkan berita acara dari pihak Disperindagkop. "Buktinya cukup dengan berita acara karena didalamnya sudah dijelaskab beberapa produk yang disita," tegasnya

Pimpinan Dewan Terkesan Abaikan SK PAW

Terkait Proses PAW Anggota PDI Perjuangan

Meski surat keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu anggota DPRD OKU Selatan dari Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDIP) telah diserahkan ke pimpinan DPRD OKU Selatan, namun hingga kini belum ada kepastian, bahkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan menilai jika pimpinan dewan terkesan mengabaikan surat keputusan PAW dari DPP PDI Perjuangan.
“Sampai saat ini kita tidak tahu prosesnya sampai dimana, padahal baik SK DPP, DPW dan DPC PDI Perjuangan telah kita serahkan ke pimpinan dewan (Ketua DPRD. Red), tapi kita tidak tahu kelanjutannya kalau diberita sudah dikirim tapi dari KPU belum ada,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan OKU Selatan Samsun Taman kemarin (29/7).
Menurutnya, PAW yang dilakukan partainya telah sesuai dengan aturan yang ada, sebab, salah satu anggota dewan dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) II mengundurkan diri untuk mencalonkan pada pemilihan umum melalui partai lain.
“Saya kita tidak ada masalah karena ini sesuai baik berdasarkan surat pengunduran diri, maupun juga pleno hingga keputusan  pemipinan tertinggi partai, kalau memang berkas yang kita serahkan belum lengkap bias dikoordinasikan,” kata Samsun seraya mengatakan pihaknya juga selalu menanyakan proses tersebut langsung ke Ketua DPRD OKU Selatan.
Terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKU Selatan, Hendri Daya Putra juga membenarkan jika hingga saat ini pihaknya belum menerima berkas PAW anggota dewan dari PDI Perjuangan, bahkan dirinya juga telah menanyakan langsung ke sekretaris KPU. “Sejauh ini KPU belum menerima suratnya, kapan dikirim kita juga tidak tahu, saya juga sudah tanya ke secretariat mereka juga belum menerima surat dari pimpinan dewan terkait PAW,” ucapnya.
Sebelumnya Pimpinan DPRD OKU Selatan menyatakan telah melayangkan surat ke masing-masing pimpinan Partai Politik (Parpol) terkait status Pergantian Antar Waktu (PAW) anggotanya yang telah membuat surat pengunduran diri dari anggota dewan lantaran pindah partai untuk maju dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2014 mendatang.
“Suratnya sudah kita kirim, kita minta tanda bukti penerimaan langsung sehingga tidak ada alasan jika kita tidak melayangkan surat tersebut,” ujar Ketua DPRD OKU Selatan Sri Mulyadi kemarin.
Selain itu pihaknya juga telah meneliti surat keputusan PAW dari Dawan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, “Suratnya juga telah kita cek dan semuanya memang ditanda tangani pimpinan partai, surat ini juga kita kirim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKU Selatan untuk menentukan siapa yang menjadi penganti antar waktu anggota dewan dengan jumlah suara terbanyak dari PDI Perjuangan daerah pemilihan dua,” pungkasnya.

Honda Fit Vs Mega Pro, Satu Tewas

OKUS
Andes korban meninggal
Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Polres OKU Selatan. Kali ini peristiwa tragis tersebut terjadi antara motor Mega Pro nopol BN 7359 KD dengan Supra Fit tanpa plat polisi di Desa Way Timah kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan, kemarin (28/7).
Andes warga Warga Desa Sipatuhu, Banding Agung sang pengendara sepeda motor Honda Supra Fit tewas dalam kecelakaan adu kambing tersebut. Korban tewas mengalami luka serius dan pendarahan melalui hidung hingga remuk kepala bagian belakang. Sementara lawannya Sudirman dan Sartawi, warga Teluk Agung masih belum sadarkan diri dan mendapat perawatan intensif di Puskesmas Banding Agung.
OKU Selatan
Sudirman Korban masih sekarat
Dari informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan, peristiwa laka lantas ini terjadi sekitar pukul 14.00 wib. Bermula dari motor Mega Pro yang pada saat itu dikendarai Sudirman berboncengan dengan Sartawi melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Simpang Sender menuju arah Banding Agung. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) dari arah berlawanan datang motor Supra Fit warna hitam brondol yang dikendarai Andes.

Kedua motor yang datang dari arah berlawan ini diduga melaju dalam kecepatan tinggi dan sama-sama mengambil lajur tengah jalan. Akibatnya, tabrakan maut tak dapat dihindarkan.
Saksi mata, Adi, warga Banding Agung yang ketika kejadian kebetulan berjalan beriringan dengan motor Mega Pro yang dikendarai Sudiman menuturkan, pada saat kejadian memang kondisi sepeda motor yang dikendarai Sudiman melaju dengan cukup kencang. Sehingga, ungkapnya pada saat berada di TKP tepatnya di depan bengkel Desa Way Timah tabrakan tak bisa dihindarkan ketika dari arah berlawan datang sepeda motor Supra Fit yang dikendarai Andes.
Warga yang mendengar suara benturan keras langsung berhamburan menuju lokasi dan mendapati keduanya telah tergeletak bersimbah darah di aspal. Akhirnya kedua korbanpun langsung dilarikan ke Puskemas Banding Agung untuk diberi pertolongan.
Pada saat dibawa ke Puskesmas, kondisi korban Sudiman mengalami muntah darah dan kehilangan kesadaran dan Sartawi mengalami luka lecet-lecet dibagian tangan kiri dan kanan hingga luka dibagian dada. Sedangkan Andes mengalami luka remuk kepala di bagian belakang hingga nyawanya tak bisa diselamatkan lagi. Andes tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas Banding Agung.
“Waktu kejadian, aku lagi bemotor di belakang motor Mega Pro yang dikendari oleh Sudiman. Waktu itu kami datang dari arah Simpang Sender menuju ke Banding Agung. Korban langsung dilarikan warga ke Puskesmas Banding Agung,” tutur saksi mata.
Dokter Bayu yang menangani perawatan ketiga korban di Puskesmas Banding Agung mengungkapkan, untuk korban yang meninggal sudah di evakuasi kerumah duka, sedangkan korban Sudiman dan Sartawi masih belum sadarkan diri dan akan dirujuk kerumah sakit.
“Untuk korban yang meninggal sudah dibawa ke rumah duka, sedangkan korban yang belum sadarkan diri, kita masih menunggu pihak keluarga bahwasannya korban mau rujuk kerumah sakit mana,” terangnya.
Terpisah, Kapolres OKU Selatan AKBP Wira Satya Triputra Sik MH, Melalui Kapolsek Banding Agung AKP Mulyadi SE saat dikonfirmasi seputar hal tersebut, membenarkan adanya peristiwa laka lantas tersebut.
“Dalam kecelakaan ini satu orang meninggal dunia, atas nama Andes warga Sipahtuhu dan dua orang lainnya yakni, Sudiman dan Sartawi mengalami luka-luka. Untuk kedua korban yang selamat saat ini masih di rawat intensif di puskesmas Banding Agung,” tutupnya.

Visitors

 

© Copyright 2013 | DESIGN BATURAJA INDO WEB Jasa pembuat website dan Blog murah .