News Update :

Cinta Terlarang, Sarnubi Tewas 23 Tusukan

Cinta terlarang yang dijalin Sarnubi (50) warga Dusun I Desa Taja Raya II Kecataman Betung Kabupaten Banyuasin dengan Suhana (50) warga Jalan Letnan Murod Palembang bernasib tragis, pasalnya Sarnubi harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditikam oleh ketiga buah hatinya sebanyak 23 lubang Kamis (10/3) sekitar pukul 07.00
Dari informasi yang didapat kejadian yang mengemparkan warga Taja Raya II pagi itu bermula ketika istri Korban Ratan Juwita (49) dan ketiga anaknya masing-masing Safari (32) warga Lubuk Linggau, Evi (29) warga Taja Raya dan Anang (28) warga Jambi mendatangi rumah kepala desa (Kades) Taja Raya II Hamka Eri minta bantuan penyelesaian permasalahan rumah tangga kedua orang tuanya
“mereka minta perselisihan kedua orang tuanya diselesaikan, dan minta kejelasan hubungan antara korban dengan wanita lain yang saya tidak kenal, karena malam sebelum kejadian sempat terjadi selisih paham antara korban dan istrinya sehingga istrinya menginap dirumah anak keduanya Evi yang tidak jauh dari rumah korban,” ujar Kades Taja Raya II Hamka Eri
Dikatakan Hamka Eri, setelah mendengar cerita dari istri korban dia langsung menemui korban dan meminta istri dan anak-anak korban menunggu di rumahnya, baru sekitar 10 menit dia berada di rumah korban yangberjarak sekitar 20 meter dari rumahnya, tiba-tiba istri dan ketiga anak korban datang menghampiri mereka, bahkan istri korban Ratna Juwita mencoba menyiram korban dengan air kopi yang diambilnya dari atas meja sambil menghardik korban
“pagi itu selain saya dan korban ada juga wanita lain katanya selingkuhan korban, serta wanita dan pria yang dikenalkan merupakan anak selingkuhan korban, saat istri korban berusaha menyiram korban, saya sempat memisahkan sehingga air kopi tumpah, baru istri korban menghardik si wanita itu,” ujarnya
Lebih lanjut dikatakan Hamka aksi tersebut membuat suasana semakin memanas, ditambah lagi wanita yang diduga selingkuhan korban masuk ke dalam kamar, saat itu salah seorang anak korban bernama Anang berusaha mendekati korban namun dihalangi oleh dirinya
“Aku coba menenangkan Anang tiba-tiba Safari sudah menindih korban dan aku tidak tahu dari mana Safari mendapat pisau karena kejadiannya sangat capat, padahal kalau mereka mau bersabar kejadian itu tidak akan terjadi,” jelasnya seraya mengatakan melihat kondisi tidak bisa teratasi lagi dirinya langsung melapor ke Mapolsek Betung
Share this Article on :
Comments
0 Comments

0 komentar:

 

© Copyright 2013 | DESIGN BATURAJA INDO WEB Jasa pembuat website dan Blog murah .